Anetha-adjah.blogspot.com

Anetha

ANT NETHA ADJAH,.,.,.,. ANETHA ADJAH

Jumat, 17 Mei 2013

Puisi

Mutiara Cinta

Kutepis sejuta pilu
Bersama senyuman
Dan cinta yang kau persembahkan
Hingga kini kutemukan
Yang selama ini aku impi – impikan
Dan itu ada pada dirimu
Sejuta kata cinta kau ucapkan untukku
Sehingga membuat aku terlena
Oleh kata – kata cinta
Yang kau ucapkan padaku
Cinta dan kasih sayangmu
Dan ingin ku ucap rasa ini padamu
Meski kau tak harus mendengarnya
Meski diwarnai bunga – bunga cinta bertebaran
Tapi aku percaya
Kalau kamu juga sayang aku

Jika

Jika kau benar menyayangi aku
Marahi jika aku salah
Ingatkan aku saat aku khilaf
Bahagiakan aku sat sedih
Jika sayingmu adalah benar
Jangan kekang aku dalam ikatan
Ikatkan saja tali tanpa simpul
Dan biarkanaku dalam duniamu
Jika merasa aku miliki
Ingatkan aku pada perubahanku
Terima dengan segala kekuranganku
Dan jika kau mencintaiku
Katakana jika kau tak mengizinkan ku
Katakana jika aku slalu kecewakan mu
Jangan diamkan kesalahan itu
Kulepas kau bersama cinta ku
Aku sayang kamu …


Someone

Hadirmu slalu kunanti
Untuk wujudkan sebuah asa yang tertunda
Merengkuh bahagia bersama selamanya
Namun entah dimana kutemukan
Di dasar lautkah atau di hutan belantara
Khayalan tentang cinta tak kan pernah pupus
Walaupun kau hanya seorang sahabat
Akankah kau hadir untukku
Karena aku ingin hidup dalam dekapan cintamu
Saat aku mulai mengerti
Tentang arti hidup ini
Aku butuh tumpahan rasa
Yang sudih menemaniku
Disaat aku lagi sedih dan bahagia
Tidak seperti saat ini
Hanya perasaan sakit hati
Yang aku rasakan
Dari pecundang sejati


Pertama Dalam Cinta

Disaat sunyi yang hening
Pertama kali aku mengenalmu
Dan langsung namamu melekat
Dalam hati ini…
Senyummu, canda, dan raut muka
Yang tak pernah aku lupakan
Karena dengan memndang wajahmu
Hati ini merasa sejuk dan damai
Kelembutan suaramu
Yang dipadu dengan senyummu
Yang slalu hadir disetiap…
Kita bercerita, dan bercanda
Perhatianmu…
Yang membuat diri ini
Slalu ingin terbang
Menuju kebahagiaan bersamamu
Slamanya…bersamanya…

Bunga

Sekuntum indah permai
Kini telah hadir dihati
Sebagai pengisi jiwa dan penghilang duka
Wahai bunga…
Kau yang bisa menghidupkan semangatku
Kau yang bisa menyejukan jiwaku
Dan kau yang bisa menjadi penerang hidup ini
Perkenalan antara kita
Membuai sebuah kisah
Walau hanya sesaat
Kisah cinta orang berkata
Oh…tuhanku yang maha segalanya
Jangan pisahkan cinta ini
Jangan putuskan perasaan hati
Walau untuk sementara sampai nanti
Aku sangat mencintainya


Relung Hati

Kekasih yang tak dianggap
Salahkah jika aku mencintainya
Mencintai cintaku padamu
Haruskah aku menyalahkan
Sang waktu…
Karena aku lebih dulu mengenalnya
Dan salahkah aku karena masih
Menyimpan dia disudut hati
Dulu aku mencintainya
Sepenuh hati…
Tiada…rasa itu tak berkurang
Aku tak tahu itu
Mengapa semua bisa berubah
Maafkan aku karena sakitimu
Cinta itu terlalu erat mengekangku
Dalam kenangan dan asa
Yang terus menumpuk dihati


Harapanku

Datangmu mengejutkan hati
Hingga aku tak bisa
Lepas akan kenangan
Dan dirimu menjadi bayangku
Berulang kali aku
Ingin ungkapkan cinta
Kau acuh dan diam saja
Sungguh aku tak mengerti
Kini harapan ku padamu
Terbuang bersama sang waktu
Dan teriknya matahari panas
Tapi hati dan cinta tidak
Aku masih berharap
Dengan kebencian cinta
Harapku tak kan berakhir
Walau cintamu tak dihatiku
Tapi harapanku akan cintamu
Terus ada dari waktu ke waktu
Demi Masa
Tuhanku, tenggelamkan aku dalam cintamu
Hingga tak bisa satupun menganggu dalam jumpamu
Tuhanku, bintang gemintang berkelap – kelip
Manusia terlena dalam terbuai tidur lelap
Pintu – pintu istana telah rapat tertutup
Tuhanku, demikianlah malampun berlalu
Dan inilah siang akan datang menjelang
Aku menjadi resah gelisah
Apakah persembahan malamku kau terima
Hingga aku berhak mereguk bahagia
Ataukah itu kau tolak,…
Hingga aku dihimpit duka
Demi kemahakuasaanmu
Inilah yang akan selalu kulakukan
Selama kau beri aku kehidupan
Demi kemahakuasaanmu
Andai kau usuir aku dari pintumu
Aku tak akan pergi berlalu
Karena cintaku padamu sepenuh qalbu
Jiwa dan Raga

Jiwaku sejuta menahan keluhan
Kadang hidup seperti sampah – sampah dan bunga
Terbuang, gugur, dan jatuh dari dahan
Perbedaan antara jiwa dan raga
Hari yang cerah dimusim dingin
Mengemban banyak perbedaan
Aku persembahkan semua lelah
Demi rasa setelah tiada
Sakit ini tak ada yang tau
Kecuali aku merintih lelah hidup
Perih menahan pilu yang tak sadarkan
Untuk meraih bahagia aku relakan
Bertalut qalbu menahan segala
Mencari jalan untuk bahagia
Merengkuh lelah tak pernah menyapa
Mengejar impian dan cita – cita
Kutinggal kenangan untuk semua
Aku rela …, untuk setelah aku tiada
Kehilangan

Kasihku …
Dipersimpanagn jalan cintaku
Kulepas dirimu berlalu bersama cintaku
Di batas kota ini kuiringi kepergianmu
Dengan hati rela diiringi derai air mata
Persembahan terakhir untuk mu
Kasihku …
Aku rela melepasmu pergi dari sisiku
De3mi masa depanku, demi bahagia orang tuamu
Dan demi dia yang mencintaimu
Walau dirimu telah dilain hati
Bersam cintamu biarlah kenanganku
Kubawa pergi bersama bias bayangmu
Sebagai pengganti dirimu
Untuk melepaskan segala kerinduan
Dihati ini … cintaku


Sebuah Kata

Kulihat bayangmu dalam kegelapan malam
Melangakh menjauh dariku
Mendekat pada angin malam dalam kegelisahan
Wajahmu pucat pasi tak seperti biasa
Tubuh mu dingin bagai air membeku
Mulut mu diam seribu bahasa
Apakah yang telah terjadi …???
Sudah kata – kata indah dalam bibirku
Tenggelam bersama hausnya aku akan ucapan mu
Bagai hati tersambar petir saat ku tau
Kau menghilang dari hadapku
Dan tak kembali disini bersamaku
Untuk menjalin cinta diakhir hidup
Aku tau tapi mengapa aku tak pernah rela
Melepas kepergian mu dari sisiku
Tak bisa menemukan kehidupan yang baru
Selamat jalan kasih …
Sebuah kata tak pernah bisa ku ucap
Kenangan Laluku


Dihati terjadi sesuatu
Tak hendak aku lupa
Hingga hari ini jua
Tak luput dari ingatan
Indahnya bila kukenang
Dirimu yang disana
Sedih ratap hati ini
Kini kau jauh dariku
Namun ada dalam bayang
Mimpiku disuatu hari
Akankah kita bersua
Dan saling menyapa lagi
Ataukah rasa canggung di dada
Begitu besar membara rasa
Hingga tak dapat berkata


Janji Hatiku


Rintik – rintik hujan hiasi hari
Awan melayang hitam tak ceria kupandangi
Seolah langit tau
Ada duka dihatiku
Aku sedang tersungkur
Jatuh disebuah perhentian
Kini impianku tuk bahagia mereka
Akankah ku dapat tuk membalas semua
Kasih sayang dan harapan impian mereka
Aku harus mengubahnya
Cara hidup … cara berjalanku …
Tuk gapai masa depan hidup
Ingin aku melangkah, melangkah …
Ingin aku berlari – lari
Mengejar semua kekurangan ku
Aku berusaha demi mereka

Kisah Kita


Malam berlalu …
Tapi kisah kita masih juga belum berakhir
Jumpa mimpi yang terus yang berulang
Menjerat dan mengikat janji hati
Pada tiang takdir mu yang gelap
Senja adalah gerbang tempat ku terpaku
Teteskan lara mematang
Dalam luka dan ketakutan
Untuk setiap keingkaranmu
Ku penuhi hati mu dengan kutukan
Malam terus berlalu
Tidak ada tamat kata
Untuk kisah kita
Walau seribu kata terlontar dari jiwa



Dulu


Dulu …
Kupikir kau hanya mencintai ku
Kusangka kau hanya setia pada ku
Ternyata kau hanya bersembunyi di belakang ku
Dulu …
Aku kira kau tak mengenal sahabat ku
Aku piker tak mengapa …?
Mengenalkan diri mu
Ternyata kau memilih berlalu dari ku
Dulu …
Tak tau mengapa aku jatuh hati pada mu
Banyak orang bicara tentang mu
Aku telah salah menilai mu
Karena kau seorang penghianat cinta
Aku rela walau kecewa
Dari mu dulu berlalu  …

Detak Mimpiku


Aku mengeja kata dikeningmu
Ketika setetes harapan mengalir menjadi embun
Membasahi pagi yang mekar jadi mawar
Seperti ulat menjadi kepompong keil
Dan semut menembus kaca berlian
Hampa sudah bertahun – tahun
Mengenggam berbuat asa
Aku menanti sebuah harapan
Dalam kembara berlayar kepulau
Tak sampainya tujuan tak sampai
Maka dengarlah detak mimpiku
Mimpi dari penantian untuk jadi pendamping mu
Yang menguap jadi butir – butir cinta ini
Dari sebait puisiku
Hiasi hari – hariku penuh harapan cinta itu


Teratai

Dalam kebun di halaman rumah ku
Tumbuh sekuntum bunga teratai
Indah permai
Dengan kembang tersembunyi
Yang dilihat sewaktu orang lalu lalang
Akar teratai tumbuh dihati dunia
Seakan dalam hati seorang pujangga
Daun berkembang berseri – seri dipagi hari
Biarkan seroja kembang indah gemilang
Teruslah, oh … teratai bahagia
Berserilah dsetiap pagi maupun sore
Wakau kau hanya sekuntum kau penjaga hati
Tanpa kamu aku tak bahagia
Walaupun engkau tidak dilihat
Yang menyukai keindahan mu
Biarpun engkau tidak diminat
Aku kan tetap menjaga mu
Karena kau hatiku ada

Mengemban Dosa

Tetesan embun nan bening
Menghias pagi yang hening
Kicauan burung nan indah
Menghibur hati yag gelisah
Gelisah karena dosa
Yang membuat hati semakin tersiksa
Membuat mata seakan buta
Membuat lidah tak mampu bicara
Ku sadar….
Dosa ini terlalu besar
Tapi ku juga sadar
Ampunan Robbku jauh lebih besar
Bagi mereka yang mau bertaubat
Kembali ke jalan yag benar

Tidak ada komentar:

Posting Komentar