Anetha-adjah.blogspot.com

Anetha

ANT NETHA ADJAH,.,.,.,. ANETHA ADJAH

Kamis, 06 Juni 2013

Sepenggal Kisah

“Pergilah kau pergi dari hidupku # bawalah semua rasa bersalahmu"
“Pergilah kau pergi dari hidupku # bawalah semua rasa bersalahmu ".


Deretan syair yang indah pun menentramkan jiwa menurutku, ku menyenandungkannya di setiap langkahku agar tubuh yang kurus ini mampu berdiri tegap pada porosnya, tak akan lagi tergoyahkan dengan suatu apapun yang menghadangnya, selalu lurus pada jalanNya.

« Selagi nyawa masih melekat dalam jasad ini, ku tak akan berpaling dengan wanita lain, aku akan terus bersamamu membina rumah tangga dan membesarkan anak-anak denganmu », isi surat yang tertulis pada selembar kertas lusuh itu sengaja ia tulis untukku, agar aku tak berpaling darinya juga ia ingin meyakinkan bahwa hatinya hanya untukku pelipur dukanya.


***

« Lebih baik aku yang dihianati dari pada aku yang menghianatinya », itulah seuntai kata yang terucap dari lisan manisku ketika aku mencoba untuk memberi solusi kepada salah satu temanku yang mempercayaiku sebagai tempat curhatnya, walau terkadang solusiku tak masuk akal, tapi anehnya mereka teman-temanku senang mencurahkan isi hatinya kepadaku.

Hari berganti hari, bulan berganti bulan, rasa percayaku kepadanya hingga saat ini tak kunjung memudar warnanya, aku pun semakin yakin bahwa aku bisa mengarungi bahtera bersamanya, membangun istana nun jauh disana bersamanya, menyirami bunga-bunga di syurga cintanya.

Ternyata LDR yang aku jalani bersamanya tak menyurutkan rasa cintaku kepadanya, berbeda sekali dengan anggapan orang-orang di luar sana yang menyangka bahwa LDR atau hubungan jarak jauh itu pasti hancurnya, kisah kasih yang terjalin dengan cara apapun hingga dengan cara LDR sekalipun tak akan hancur jika diantara dalam diri kedua pasangan tertanam rasa saling percaya, bukan berarti rasa cemburu itu tidak ada, rasa itu sesekali akan hadir walau tak tertampakkan, menurutku.

Kring…kring…suara hpku berdering.
“Halo!” sapaku.
“Rohana Munda?” Tanyanya dari sebrang sana.
“Iya betul, ini dengan siapa kalau boleh tahu?” jawabku sesopan mungkin.
“Aku pacarnya mas Fajar” jawab dari seberang sana.

DUAR…DUAR…
Anggota tubuhku seakan-akan lumpuh seketika, aku tak sanggup mendengar berita ini, berita yang membuat masa depanku menjadi kelabu, aku tak mampu menahan air mataku, rasanya aku tak ingin menginjakkan kakiku ini di bumiNya, tak kuasa aku menatap indah kilaunya matahari yang tengah bersinar siang itu, pancaran sinarnya tak mampu menyinari hatiku yang bergejolak ini.

Oh Tuhan…
Hanya kata itu yang mampu ku ucapkan seraya menitikkan air mata, lidah yang tak bertulang ini tak mampu lagi menguraikan kata indahnya.

Tanpa kusadari kalimat yang terlontar dari bibir manisku kala itu menjadi kenyataan hingga membuat hatiku hancur berkeping-keping, remuk redam bak di hantam gondam, cucuran air mata semakin deras terus membasahi pipiku, ku tak tahu harus mengekspresikan rasa sakit hatiku ini dengan ekspresi seperti apa, hanya menangislah yang aku tahu, aku hanyalah seorang wanita tiada berdaya.

Dia selingkuh dengan perempuan lain, sebuah kenyataan yang sangat sulit bagiku untuk menerimanya, acap kali ku teringat akan dia air mata ini seoalah-olah ingin membobol kelopak korneaku, curahannya begitu deras bak hujan turun dari langit, dadaku sesak  sekali menahan tangis, Allahu Rabby…seandainya hamba tahu kelanjutan kisah kasihku dengannya akan seperti ini mungkin kalimat itu tak akan terucap, karena aku tak pernah tahu rasanya sakit hati seperti ini, sakiiit sekali, menurut kebanyakan orang masalah hati itu masalah yang sangat sepele, menurutku tidak, mereka berpendapat seperti itu karena mereka tak merasakan apa yang aku rasakan saat ini, mereka akan mengetahui suatu saat nanti.

Ku pandangi photonya sembari menangis tersedu-sedu, ku pegang dengan lembut mp4 pemberiannya, air mataku bercucuran semakin deras ketika tak sengaja ku mendengarkan lagu yang berjudul “Aishiteru by zivilia band” lagu itu ia khususkan untukku, tangisku semakin kencang, hingga tak berbentuk sebuah tangisan, semua itu tinggal kenangan, kini lagu darinya tak kuasa aku perdengarkan kembali.

“Maafkan mas de’, kalau boleh jujur cintaku hanya untukmu, tapi mas nggak bisa LDRan, keadaan yang membuat mas seperti ini ” hanya kata itu yang terucap dari lisan Fajar Abdullah ketika aku menelphonnya semabri ditemani tangis yang menggelegar.

Apakah lelaki memang pada dasarnya tercipta seperti itu selalu menyakiti hati para wanita, ataukah keadaan yang membuat ia mencari pegangan hati lain seperti apa yang dikatakannya kepadaku, ahh…entahlah aku tak tahu.

Tingginya hayalku bersamanya lenyap sudah tak berbekas, hanya hayalan belaka tak akan pernah menjadi kenyataan, harapan besar untuk membina rumah tangga dengannya hancur  lebur bersamaan dengan hancurnya hati ini.

Lebih dari setahun aku terpuruk dalam kesedihan, aku belum bisa menerima kenyataan pahit ini, walau sering kali ku menasehati teman-teman seangkatanku »Kenyataan pahit di mata manusia belum tentu pahit menurut Tuhan pencipta semesta alam begitupun sebaliknya, kita sebagai manusia ciptaanNya harus mempersiapkan kedua-duanya yaitu pahit dan manisnya kehidupan di dunia fana ini, karena kehidupan dalam dunia adalah permainan terkadang kita bahagia dan terkadang juga kita mengalami kesedihan ».

Di tengah-tengah keterpurukanku, aku berusaha untuk bangkit dan memulai hidup dari awal lagi seolah-olah masalah tak pernah menghampiriku, toh cuma masalah percintaan, di bahas sampai kapanpun masalah percintaan itu tak akan pernah mati dalam kehidupan manusia.

Ku delete semua photo yang ia kirim melalui FB dan tak lupa aku pun memblokir akun FB miliknya, mp3 darinya aku bungkus dalam sebuah kotak bersama surat-suratnya, ku berikan pada anak-anak jalanan, aku tak ingin kenangan bersamanya kembali muncul dalam kehidupanku, karena hanya akan membuatku sedih, benci, kesal dan membuat persediaan air mataku ini habis.

Hubungan berstatus seperti bertunangan itu tak menjamin akan langgengnya suatu hubungan, karena disana banyak sekali badai yang berterbangan kan menghampirinya, dan kita di tuntut untuk menghadang badai sekuat tenaga demi terjaganya suatu hubungan dengan aman dan nyaman, kita bertungan dengannya belum tentu kita akan menikah dengannya pula, apalagi hanya berstatus pacaran.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar