Anetha-adjah.blogspot.com

Anetha

ANT NETHA ADJAH,.,.,.,. ANETHA ADJAH

Sabtu, 23 November 2013

Kerokan Memang Ampuh, Tapi Bahaya Loh!

habis kerokan, ada tulang ikanhabis kerokan, ada tulang ikanPengobatan tradisional yang satu ini memang sudah sangat dikenal oleh masyarakat Indonesia. Terutama, di musim penghujan saat ini, bagi mereka yang kerap menderita masuk angin, kerokan pun menjadi pilihan yang mujarab untuk menyembuhkannya. Kerokan itu sendiri sudah dikenal di Indonesia sejak ratusan, bahkan ribuan tahun yang lalu. Sehingga seolah menjadi tradisi, ketika menyembuhkan masuk angin pengobatannya adalah dengan cara dikerok.
Pengobatan tradisional Jawa ini menggunakan semacam benda tumpul seperti koin, batu giok, gundu, potongan jahe, potongan bawang, atau benda tumpul lainnya yang digunakan untuk menggosok bagian punggung. Selain benda tumpul tadi, kerokan juga bisa menggunakan cairan licin seperti minyak telon, minyak zaitun, minyak kelapa atau lotion. Cairan licin ini digunakan agar tidak terjadi iritasi atau lecet pada kulit yang dikerok.

Sebenarnya,  kerokan ini  tidak hanya populer di Indonesia, tetapi juga banyak disukai oleh orang-orang di negara-negara asia lainnya. Di Vietnam, kerokan disebut cao giodi, sedangkan di Kamboja menyebutnya goh kyol. Di China yang terkenal dengan akupunturnya  menyebut kerokan dengan gua sua. Hanya saja, bedanya orang China memakai batu giok sebagai alat pengerok, bukan kepingan uang logam seperti yang umumnya dipakai di Indonesia.
Selain tradisi, kerokan ini juga dipercaya sebagai bukti nyata dalam perwujudan ilmu Einstein (E=MC2) yang menerangkan bahwa energi muncul karena pergesekan dua benda. Jika permukaan tubuh digosok-gosokkan dengan tangan atau benda tumpul dengan cepat, maka suhu panas dalam tubuh akan meningkat. Karena, meningkatnya panas dalam tubuh, maka akan terjadilah perlebaran pembuluh darah. Sehingga oksigenasi menjadi lebih baik karena peredaran darah kembali lancar dan rasa sakit di tubuh pun mereda.
Saat Anda mengerok punggung akan terjadi “Inflamasi.” Inflamasi bertujuan untuk menetralisir penyebab sakit dan menghilangkan jaringan yang telah mati, sehingga proses penyembuhan menjadi lebih cepat. Inflamasi memiliki ciri seperti kemerahan pada kulit yang dikerok yang menandakan karena adanya jaringan yang meradang. Ini adalah tanda bahwa tubuh kita mengandung banyak darah akibat pembuluh kapiler yang tadinya kosong karena menyempit telah melebar dan diisi oleh darah. Itulah mengapa saat punggung dikerok akan timbul warna kemerahan atau merah kebiruan pada kulit.
Meski kerokan termasuk ampuh dalam mengusir gejala masuk angin. Namun, terdapat bahaya yang tidak Anda sadari, yaitu, membuat badan menjadi lebih sakit. Bahaya ini memang tidak langsung berdampak pada tubuh melainkan akan dirasakan di kemudian hari.
Kerokan memang terbilang sangat murah, bahkan tidak mengeluarkan biaya sedikitpun. Akan tetapi, Anda perlu mempertimbangkan risiko terburuk untuk kesehatan. Jangan sampai karena biayanya murah, Anda jadi ketagihan dan tidak memikirkan efek sampingnya.
Nah, berikut ini adalah bahaya yang bisa di akibatkan pengobatan kerokan:
Mengakibatkan Kontraksi Dini
Saat Anda dikerok atau dikerik, maka akan terjadi infamasi. Nah, yang menjadi masalah adalah reaksi penolakan terhadap inflamasi tubuh. Saat terjadi inflamasi, maka mediator anti inflamasi akan mengeluarkan suatu zat yang disebut cytokines yang merupakan sel yang bisa meningkatkan kekebalan tubuh. Zat ini akan memicu pelepasan prostaglandin yang bisa menyebabkan kontraksi pada rahim. Oleh sebab itu, bagi ibu-ibu yang sedang hamil sangat dilarang untuk dikerok. Pasalnya, bisa mengakibatkan timbulnya kontraksi dini akibat munculnya zat prostaglandin.
Masuknya Bakteri dan Virus
Saat Anda mengerok atau mengerik tubuh, pori-pori kulit akan terbuka lebar karena efek gesekan kulit dengan benda tumpul. Atau karena panas tubuh yang meningkat. Saat pori-pori membesar maka akan memudahkan angin masuk kembali ke tubuh dengan membawa bakteri dan virus dari udara kedalam tubuh. Memang efeknya tidak akan langsung terasa oleh tubuh, tapi akan muncul efek dikemudian hari.
Sebagian besar orang akan merasa ketagihan saat dikerok dan pasti akan melakukannya lagi saat terserang masuk angin. Nah semakin sering kita dikerok dan semakin sering pula pori-pori kita melebar, maka akan semakin banyak juga virus dan bakteri yang masuk kedalam tubuh.

 sumber

Tidak ada komentar:

Posting Komentar